Gue Serba Gratis

Informasi Gratisan Yang Bermutu

Artikel Post New Entry

Memberi Ruang Perubahan untuk "PLN Bersih"

Posted by Diah Fitri Patriani on October 18, 2013 at 10:40 PM

d7616b1b5c74f60e92d3f9268a4e2456_banner-lomba-pln-bersih

         Selamat datang di blog pendukung perubahan menuju Indonesia yang lebih bersih,


      Masih ingat kasus PLN Belawan yaitu tindak korupsi yang menyeret pejabat PLN dalam pengadaan GT12  pada 2007. Perangkat yang diadakan dinilai yang tidak sesuai spesifikasi dalam kontrak. Dalam proyek yang dikerjakan CV Sri Makmur itu, negara dinilai mengalami kerugian Rp 23,94 miliar. Coba bayangkan uang sebesar itu bisa didistribusikan untuk kesejahteraan rakyat banyak, untuk mengentaskan kemiskinan melalui program-program pembangunan yang dijalankan dengan keiklhasan, kejujuran, keterbukaan dan kekuatan legal hukum yang mengikat para aparatur pemerintah ini. Mengapa korupsi sulit dibendung dan bahkan semakin merajalela di negara kita?

Ada beberapa hal yang menyebabkan korupsi sulit diberantas:

1. Penegakan hukum aturan perundang-undangan yang tidak jelas sehingga hukum dapat dipermainkan oleh aparat penegak hukum sebagai dalih untuk memperlancar tindakannya.

2. Kurangnya sosialisai mengenai adanya undang-undang korupsi di masyarakat,

3. Sedikitnya agen-agen perubahan yang secara gencar menggalakkan dan menerapkan undang-undang korupsi bagi setiap oknum yang melakukan yang mana agen-agen ini juga punya peran selain sanksi hukum formal juga sanksi moral.


Mendukung Program PLN Bersih


       PLN Bersih, inilah platform yang digunakan salah satu instansi BUMN yang sedang gencar-gencarnya dalam satu tahun terakhir untuk memberantas korupsi yang sedang merajalela di dalam tubuh organisasinya. Korupsi ibarat penyakit yang menggerogoti daya tahan tubuh, semakin dibiarkan maka sistem imun tubuh berangsur-angsur melemah. Tubuh menjadi semakin lemah dan beberapa sel menjadi mati. Kurang lebih begitulah negara ini akan kehilangan beberapa fungsinya sebagai wadah besar yang mengayomi jutaan kepentingan masyarakatnya. jika korupsi masih dibiarkan bertengger di negara kita. Bagi beberapa orang masih juga ada yang memandang secara pesimis bahwa bangsa ini sulit lepas dari korupsi yang telah puluhan tahun menggerogoti moral pejabat publik di Indonesia. Namun upaya-upaya penegakan hukum dan bertumbuhnya lembaga-lembaga pengawasan publik yang lebih independent sampai pada upaya-upaya moral melalui slogan-slogan anti korupsi yang digelar oleh beberapa instansi melalui kesadaran beberapa individu atau organisasi masa,  saya lebih menyikapi dari sudut pandang berbeda secara positif bahwa apapun bentuknya upaya yang mereka lakukan, mereka adalah  agent perubahan menuju bangsa yang lebih beradab dan berKetuhanan daripada sikap sebagian orang yang selalu saja mencibir, mencari kesalahan, pesimis atas setiap upaya yang dilakukan orang lain untuk melaukan perubahan. Tentu saja kita sebagai individu masyarakat Indonesia punya kewajiban untuk mendukung setiap upaya perubahan kearah yang lebih baik. Revolusi Moral harus detik ini juga kita tegakkan, tidak dapat ditawar-tawar lagi karena menyangkut keselamatan harkat dan martabat hidup bangsa Indonesia yang katanya berasas Ketuhanan dan berperikemanusiaan.

        Selama manusia tetap sebagai manusia maka tidak akan ditemukan kesempurnaan seratus persen atas proses perubahan maupun hasilnya.  Karena kebhatilan akan selalu ada untuk mengiringi kebaikan sampai akhir jaman nanti. Jika tidak ada satu pun upaya untuk memerangi kebathilan maka sudah barang tentu kebinasaan yang akan terjadi. Maka saya akan terus mendukung upaya-upaya pemberatasan korupsi dalam cara dan bentuk apapun selama masih dalam batasan wajar dan tidak melanggar kode etik yang berlaku. Euforia pemberantasan tindak pidana korupsi merembet sampai ke badan BUMN PLN.  Memberi ruang perubahan untuk PLN bersih adalah salah satu cara ampuh untuk ikut mensukseskan keberhasilan proses pemberantasan korupsi di negara ini. Bagaimana implementasinya?


Ada tujuh gebrakan yang bisa dilakukan, antara lain:


1. Pertama, Law Enforcement, penegakan hukum dengan menerbitkan regulasi hukum positif yang jelas dan tidak berat sebelah.


2. Kedua, Sosialisasi  UU nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi secara luas pada masyarakat Indonesia dan khususnya di seluruh jajaran para pegawai PLN.


3. Ketiga, Integritas, yaitu sikap patuh pada aturan yang ditetapkan perusahaan bagi karyawan PLN. baik jajaran di dalam tubuh PLN,  Reformasi moral di tubuh PLN yang melibatkan langsung para pegawainya perlu terus disosialisaikan untuk menumbuhkan rasa malu pada tiap individu akan tindak korupsi dan dampak dari seperangkat pranata sosial yang secara otomatis akan mengucilkan para pelaku jika ketahuan melakukan tindak korupsi, nepotisme dan gratifikasi.


4. Keempat, Transparansi. Memberi ruang akses publik secara transparan tentang segala tender baik pengadaan barang maupun jasa kapada khalayak umum melalui internet, media cetak, dan media konvensional lainnya seperti buku panduan, brosur, pamflet dll. Sehingga memperkecil dan kiranya dapat mempersulit ruang gerak yang menjadi pemicu korupsi.


5. Kelima, Partisipasi, melibatkan komitmen bersama antara PLN, pihak-pihak yang bekerja sama dan masyarakat luas untuk saling mendukung dan mencegah terjadinya korupsi , nepotisme , gratifikasi,pemerasan dan lain-lain. Komitmen bersama ini seiring dengan dibukanya kepemilikan saham untuk swasta dan umum, dibukanya kerjasama dengan berbagai pihak swasta yang membuka layanan jasa pembayaran dengan mengedepankan prinsip efisiensi. Bertambahnya agen-agen pembayaran PLN di setiap sudut kota sampai pedesaan memudahkan masyarakat untuk dapat melakukan pembayaran dan proses pasang baru dan tambah daya dan layanan gangguan pun dapat dilakukan dengan mudah di tiap agen-agen ini. Dengan banyaknya lini-lini agen PLN di setiap sudut kota dan desa maka semua pihak dapat dengan mudah mengontrol layanan PLN ini dan secara tidak langsung ikut bahu membahu meningkatkan layanan PLN di tingkat pelanggan.


6. Keenam, Responsif, PLN memberikan kesempatan pengaduan terkait dengan pelayanan pelanggan, pengadaan barang dan jasa dan lain-lain. Saluran pengaduan contact center PLN 123 dapat kita manfaatkan untuk memberi masukan pada PLN atas pelayanannya yang kurang pas . Kerahasiaan pelapor pun dapat terjaga karena PLN memberlakukan  Whistle Blower System sehingga setiap pelaporan atas gratifikasi dan kecurangan dalam pengadaan barang dan jasa tetap dapat melindungi identitas si pelapor.


7. Ketujuh, Kompetensi, Saya sependapat dengan pernyataan Dahlan Iskan tentang ide kompetensi di dalam tubuh BUMN. Pemberian reward atas kerja keras dan mengeliminasi para pekerja malas yang hampir tidak memberi kontribusi apapun kepada negara secara langsung maupun tidak langsung menyisipkan pesan moral yang tegas dan kuat bahwa jika ingin sukses harus rajin, jika ingin kaya harus kerja lebih keras. Jadi bukan lagi ide-ide korupsi yang membuat orang ingin kaya akan tetapi etos kerja yang tinggi dan semangat kejujuran di atas segala-galanya. Sebuah gerakan perubahan yang mengarah pada proses pencerahan di masa depan. Jika hal ini terlaksana di semua jajaran BUMN termasuk juga PLN maka, nantinya sistem penggajian dalam satu jabatan tidak selalu sama karena berdasar kinerja.


     Proses pengadaan pengadaan barang dan jasa serta pelayanan kepada pelanggan merupakan dua proses bisnis yang dinilai memiliki potensi besar untuk terjadinya tindakan korupsi, suap, pungutan liar dan sebagainya baik dalam ukuran kecil maupun besar. Kedua proses ini yang harus menjadi fokus perhatian dalam program  PLN Bersih. Melalui program PLN Bersih celah-celah dan potensi terjadinya korupsi, nepotisme, gratifikasi, suap dan lain-lain dapat dipersempit atau semoga saja dapat ditutup sama sekali.

          Demikian saran dan pendapat saya mengenai program PLN Bersih, semoga bisa menjadi masukan berharga dan bermanfaat bagi kemajuan PLN saat ini dan di kemudian hari.


Categories: Sudut Pandang

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments