Gue Serba Gratis

Informasi Gratisan Yang Bermutu

Artikel Post New Entry

APLIKASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI: DARI BIJI PELURU MAINAN SAMPAI SEPEDA MOTOR MOGOK

Posted by Diah Fitri Patriani on July 8, 2014 at 2:25 PM

Aplikasi teknologi komunikasi dewasa ini tengah berada pada masa keemasannya, berbagai inovasi aplikasi satu dan yang lain serupa hujan yang menyirami bumi saling beruntun membasahi tanah-tanah kering dan sumber mata air yang hampir-hampir dehidrasi. Akan tetapi pro dan kontra dikalangan masyarakat terkhusus masyarakat muslim menjadi persoalan tersendiri apakah boleh atau tidak aplikasi-aplikasi itu dipergunakan untuk dipakai dalam keseharian menurut aturan agama, atau pertanyaan bandingan lebih banyak mana mudharat atau manfaat sehingga dijadikan rujukan kebenaran untuk boleh atau tidak memperbolehkan penggunaan teknologi dalam aktivitas hidup sehari-hari.

 

Namun sebelum berangkat pada jawaban tersebut saya hendak berbagi mengenai pengalaman pribadi berkaitan dengan pemanfaatan teknologi tersebut. Suatu hari anak saya yang paling ragil berusia 3 tahun, asyik bermain sesuatu yang menarik perhatiannya. Pada awalnya saya tidak menaruh curiga atas ketenangan si kecil yang anteng bermain-main sendiri. Hingga ketika sedang berjalan melintasinya si kecil menunjukkan sesuatu di tangannya yang mungil sebuah benda bulat kecil berwarna kuning. Rupanya ia menemukan biji peluru milik kakaknya yang tanpa sengaja tertinggal ketika membereskan aneka mainannya. Namun, sebelum saya selesai bicara untuk menasihati si ragil agar membuang peluru itu jauh-jauh, anak saya malah memasukkan biji peluru itu kedalam hidungnya. Terlambat saya pun merasa lemas dan bergegas mencari senter untuk segera melakukan tindakan curatif.

 

Singkat cerita saya gagal mengeluarkan biji peluru mainan pada lubang hidung anak saya. Saya putuskan untuk membawa anak saya ke rumah bidan terdekat. Saya pun membawa si kecil kerumah bu bidan untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Pada awalnya bu bidan beberapa kali gagal mengeluarkan biji peluru mainan pada lubang hidung si kecil karena posisinya yang dalam mendekati lubang saluran pernafasannya. Alat yang ia gunakan sama seperti milik saya dirumah yaitu sebuah pengorek kuping elektrik yang memiliki lampu. Karena berulang kali gagal mengeluarkan biji peluru mainan tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk beristirahat dulu memberi kesempatan pasien antrian berikutnya. Satu pesan bu bidan waktu itu yang membuat saya gundah adalah bahwa jika yang terakhir nanti upayanya gagal lagi terpaksa anak saya harus dibawa ke UGD untuk mendapat penanganan yang lebih khusus karena asumsinya rumah sakit besar memiliki alat-alat medis lengkap untuk mengatasi kasus yang dialami anak saya.

 

Sambil duduk menunggu antrian beberapa pasien, tiba-tiba teringat handphone milik saya yang bisa mengakses internet. Aha, kenapa tidak terfikirkan sebelumnya untuk mencari tahu bagaimana cara menangani kasus serupa melalui pencarian informasi di situs mesin pencarian semacam google. Benar juga setelah saya masukkan kata kunci ‘cara mengeluarkan benda asing pada hidung anak-anak’, maka terbukalah pilihan-pilihan hyperlink situs-situs yang mengunggah informasi mengenai seputar cara mengeluarkan benda asing dari hidung anak-anak.

 

Kemudian saya segera mengakses salah satu hyperlink yang mengantar pada situs tertentu. Disitu dijelaskan bahwa penanganan khusus untuk mengatasi kasus masuknya benda kecil pada hidung anak-anak adalah Pertama, bersikap tenang dan tak panik sehingga anak pun ikut terbawa psikologi yang ditangkap dari perilaku sekelilingnya. Jika ibu tenang maka anak pun tenang dan tidak menangis, meronta-ronta bahkan ketakutan yang ekstrim hingga menyulitkan proses mengeluarkan benda kecil dari hidung si anak. Yang dikhawatirkan dari sikap panik anak adalah benda itu akan masuk kesaluran pernafasannya hingga dikhawatrirkan dapat menyebabkan tersedak atau lain sebagainya. Kedua, mencari sebuah kawat berukuran kecil yang terlebih dahulu disterilkan kemudian ujung kawat tersebut ditekuk menyerupai kail pancing dan pada pangkal yang berbentuk kail itu sedikit ditekuk berfungsi untuk menarik keluar benda kecil tersebut. Ketiga, perlahan kawat yang telah ditekuk ujungnya tersebut dimasukkan kedalam hidung anak secara perlahan dengan mengupayakan menjangkau melebihi benda kecil tersebut jika sudah didapatkan sasaran yang dituju maka tarik perlahan kawat yang telah menangkap sasarannya keluar dari hidung.

 

Setelah giliran anak saya untuk mendapat penangan kembali dari bu bidan maka informasi yang saya peroleh dari internet tersebut saya sampaikan. Bu bidan terdiam sejenak sambil memikirkan alat apa yang ia miliki yang berbahan menyerupai kawat yang dimaksud. Tak lama bu bidan mengambil jarum suntik dan mengatakan pada saya bahwa ia bisa menggunakan jarum suntik untuk membuat alat yang dimasud dalam internet itu. Saya pertama kali ragu karena membayangkan ujung jarum sutik yang tajam bisa mencederai hidung anak saya. Namun beliau menjelaskan bahwa ujung jarum suntik yang tajam bisa dipotong dengan gunting dan saya pun setuju dengan ide bu bidan. Maka hanya dalam waktu tak lebih dari satu menit alat penarik benda asing di hidung anak saya telah jadi sama seperti apa yang dicontohkan pada gambar yang ada pada situs yang saya akses melalui internet di handphone milik saya.

 

Jarum sutik yang telah berubah fungsi itu masuk secara perlahan pada hidung anak saya, dengan kerjasama yang baik bu bidan menginformasikan posisi jarum suntiknya sementara saya menenangkan si kecil sambil memberi beberapa kata-kata pujian bahwa ia hebat karena sabar dan mau tenang. Tak kurang dari lima menit meski beberapa kali peluru mainan itu sempat terlepas di pertengahan akhirnya anak saya tiba-tiba ingin bersin dan bu bidan optimis bahwa bersin itu membantu benda kecil itu keluar. Maka kami berdua diam menunggu si kecil bersin. Benar juga dengan kencang anak saya bersin dan kletek! Sebuah benda kecil bulat berwarna kuning menggelinding di lantai rumah bu bidan.

 

Dari pengalaman pribadi diatas, dapatlah saya simpulkan bahwa sebagai umat muslim kita tak perlu apriori terhadap teknologi modern karena peralatan itu bersifat umum tidak membawa ide atau faham-faham tertentu yang bersifat ideologis. Sehingga dengan ikut memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi yang berkembang jika tetap dilakukan dalam koridor yang syar’i maka tentu tidak bertentangan dengan kaidah agama, khususnya agama Islam. Sehingga teknologi menjadi alat yang dapat membantu kita dalam memenuhi kebutuhan hidup bahkan bisa sewaktu-waktu kita manfaatkan sebagai akses mendapatkan keselamatan ketika dalam keadaan darurat butuh pertolongan seseorang sementara upaya menelpon langsung atau sms tak segera direspon.

 

Masih sharing pengalaman pribadi, yaitu ketika pada suatu ketika sepeda motor saya mogok di tengah perjalanan, sementara jarak rumah masih lumayan jauh sementara secara kebetulan handphone semua anggota keluarga yang ada di rumah tak ada yang diangkat, handphone saudara di tempat lain yang diharapkan dapat membantu pun sedang tak aktif. Pada saat itu keadaan saya benar-benar skak match (istilah orang main catur), tak ada bengkel di sepanjang jalan yang telah maupun akan dilewati. Sementara tetap menuntun sepeda berharap ada yang mengangkat telepon saya tapi semuanya nihil. Disaat lelah menuntun saya pun memutuskan istirahat dibawah teduhnya pohon sambil kembali mencoba menghubungi orang rumah. Tetap tak ada seorang pun yang merespon panggilan saya. Meneruskan menuntut sepeda sampai tujuan akhir rasanya sudah tak mampu sekalipun dalam bayangan pikiran, mengingat panas matahari yang menyengat dan jarak yang masih jauh. Berfikir apa yang bisa saya lakukan dalam keadaan seperti itu saya iseng membuka aplikasi jejaring sosial yang terinstal di handphone saya berharap salah satu anggota keluarga dan saudara-saudara ada yang sedang online. Bener juga bapak saya sedang online, rupanya handphone yang saya hubungi tadi tidak sedang dibawanya kecuali handphone android miliknya khusus untuk berinternet yang saya tak hafal nomor di handphone satunya itu. Segera saya meng inbox beliau meminta tolong untuk segera menjemput saya di dekat smp 9. Bapak merespon inbox saya dan 5 menit kemudian bantuan datang, saudara ipar saya datang menjemput dan akhir cerita saya tak perlu lagi menuntut sepeda sampai rumah.

 

Dari pengalaman-pengalaman di atas dapat diambil hikmah bahwa aplikasi-aplikasi dalam perangkat telekomunikasi sesungguhnya dapat dimanfaatkan untuk membantu kita dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Akan tetapi, tak dapat dipungkiri di luar sana aplikasi-aplikasi yang diciptakan untuk tujuan memudahkan urusan manusia dalam berkomunikasi agar lebih efisien sebaliknya dijadikan modus prostitusi, penculikan, penipuan dan kejahatan lainnya. Pada akhirnya keberadaan aplikasi teknologi komunikasi serupa dua mata pisau yang bisa berguna untuk mengupas, memotong makanan namun di sisi lain juga dapat mencederai orang lain. Lalu bagaimana menyikapi persoalan ini.

 

Peran Negara.


Perkembangan jaringan komunikasi yang semakin maju dewasa ini pun memiliki peran yang secara signifikan merubah pola hidup yang lebih efisien secara kuantitas baik individu dan sosial kemasyarakatan. Sehingga agar informasi itu pun dapat pula berkualitas cemerlang, merubah pola pikir masyarakat yang cerdas, tawakal dan beretos kerja tinggi tentu perlu ada dukungan dari pemerintah untuk ikut andil dalam mengatur kebutuhan yang menjadi hajat hidup rakyat Indonesia. Peran pemerintah yang dimaksud antara lain:

 

Peran Dakwah.

 

Memfasilitasi rakyat dengan berbagai kemudahan teknologi canggih namun mengabaikan peran dakwah sebagai upaya prefentif dari keruntuhan moral atas dampak teknologi disamping menyiapkan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim ini memiliki kepribadian Islami sehingga mampu tetap bertawakal dalam cara fikir dan sikap pada jalan lurus yaitu Qur’an dan hadistnya, sehingga masyarakat Indonesia pada umumnya dan umat muslim pada khususnya dapat bersikap kritis pada lingkungannya yang tak sesuai dengan syara’. Ia dapat memilih tidak saja baik atau buruk menurut ukuran manusia akan tetapi baik dan buruk menurut tolak ukur Qur’an dan Hadist.

 

Peran dakwah itu dapat diimplementasikan dalam setiap program-program kebijakan pemerintah, baik di bidang pendidikan, sosial-budya, hukum dan ekonomi. Sehingga masyarakat menjadi cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh pengaruh-pengaruh negative dari perkembangan aplikasi-aplikasi teknologi komunikasi. Peran dakwah ini pun adalah upaya membentuk SDM yang tidak saja dapat diukur dari segi kuantitas akan tetapi sekaligus berkualitas moral yang luhur. Perlu dimengerti oleh semua pihak kenapa kemerosotan moral di tengah masyarakat muslim semakin menjadi-jadi baik dikalangan awam, terpelajar, teknokrat sampai birokrat yang notabene adalah mayoritas umat muslim. Itu adalah efek dari semakin menjauhnya umat muslim dari aturan Islam. Karena orang muslim belum tentu memiliki kepribadian Islam jika tidak berfikir dan bersikap sesuai akidah dan syariat Islam.

 

Peran Regulator.

 

Negara yang mendasarkan kebijakan-kebijakannya pada aturan luhur terdapat pada syariat yang secara jelas mengatur segala persoalan hidup baik aturan itu bersifat khusus misalnya aturan ibadah sholat hanya berlaku bagi muslim maupun yang bersifat umum yaitu kebutuhan yang berlaku bagi semua umat misalkan perkara sanksi hukum berzina yaitu didera dan diasingkan selama satu tahun bagi yang belum menikah dan dirajam sampai meninggal bagi yang sudah menikah. Karena hukum yang bersumber dari sang pemilik hukum yaitu Allah inilah tentu akan melahirkan kebijakan hukum yang pasti adil dan mensejahterakan hajat hidup semua lapisan masyarakat yang ia naungi.

 

Demikian pula persoalan dua sisi mata pisau pada teknologi komunikasi itu. Negara tak mungkin akan membiarkan situs-situs pornografi eksis di negeri mayoritas umat muslim karena itu dapat berakibat buruk pada keterpurukan moral generasi bangsa yang tentu akan runtuh akhlagnya jika ini dibiarkan. Kehadiran teknologi yang semestinya sebagai inovasi yang dapat membantu memudahkan kehidupan manusia tidak diimplementasikan sesuai pada tempatnya yang benar karena akan dijadikan modus perzinaan terselubung maupun terang-terangan, modus penipuan berkedok cinta yang marak bermunculan di situs jejaring sosial dan lain sebagainya oleh oknum-oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Itulah pentingnya aturan yang bersifat pasti sumbernya dari sang pencipta manusia yaitu Allah. Karena Allah lah yang maha tahu fitrah manusia yang lemah, lalai dan tamak. Sehingga aturan yang bersumber dari Allah sudah barang tentu pasti akan kebenarannya mampu mengentaskan persoalan hidup apapun.

 

Peran Fasilitator.

 

Jika dua peran diatas telah dilaksanakan barulah Negara mulai bergerak untuk melakukan pembangunan-pembangunan sarana dan prasarana yang merata disemua sudut negeri dari kota sampai desa, dari pusat sampai pinggiran. Sambil seiring sejalan tetap mensosialisasikan ketiga peran Negara tersebut pada rakyatnya melalui media telekomunikasi yang tersedia. Dengan demikian masyarakat Indonesia diseluruh sudut negeri ini dapat menikmati jaringan teknologi informasi dan komunikasi yang sama dan yang terpenting sanggup mengakses teknologi komunikasi tersebut karena kesejahteraan yang telah dicapai Negara pada seluruh masyarakatnya.

 

Negara pun mengawasi berjalannya pasar telekomunikasi sembari memfasiliatori apa yang dibutuhkan bagi perusahaan-perusahaan telekomunikasi untuk mampu meluaskan produk-produknya diseluruh sudut negeri dan juga memastikan bahwa rakyat mampu mengakses produk-produk telekomunikasi yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan telekomunikasi ditengah-tengah masyarakat itu layak dikonsumsi untuk masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.

 

Demikianlah kiranya teknologi memang bagian dari inovasi manusia yang tak terelakan untuk membantu kebutuahan hidup manusia. Umat muslim seharusnya melihat inovasi-inovasi teknologi maupun industri yang berada di tengah masyarakatnya itu sebagai sekumpulan benda yang terindra untuk membantu segala aspek kehidupan manusia (madaniyah) yang bersifat umum semata. Sehingga keberadaannya ditengah masyarakat harus disikapi dengan penerimaan yang didasari dengan ilmu, mempelajari teknologi itu dengan sungguh-sungguh hingga dapat dimanfaatkan dengan maksimal sehingga tidak jatuh pada sikap konsumtif belaka.

 

Aplikasi-aplikasi yang diluncurkan oleh perusahaan-perusahaan telekomunikasi juga semestinya tidak dipandang secara pesimis karena jika situasinya telah kondusif sebagaimana telah dipaparkan diatas maka justru bisa dijadikan alternatif bertelekomunikasi yang murah meriah disamping efisien dari sisi waktu. Sebagaimana pengalaman saya tentang biji peluru mainan yang dengan cepat segera dapat diselesaikan hanya dengan mengakses informasi di internet pada telepon genggam atau pengalaman sepeda motor mogok yang benar-benar dapat dijadikan alternatif untuk meminta pertolongan pada orang lain jika kita sedang membutuhkan bantuan segera.

 

Categories: Sudut Pandang

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

2 Comments

Reply Albertvof
12:22 AM on August 9, 2018 
The men's prostate is the central portion of a male's the reproductive system. It secretes fluids that assist the transportation and activation of sperm. The men's prostate is situated just before the rectum, below the bladder and surrounding the urethra. When there is prostate problem, it is usually really really irritating and inconvenient for your patient as his urinary system is directly affected.

The common prostate health conditions are prostate infection, enlarged prostate and prostate cancer.



Prostate infection, also referred to as prostatitis, is the most common prostate-related condition in men younger than 55 years. Infections from the men's prostate are classified into four types - acute bacterial prostatitis, chronic bacterial prostatitis, chronic abacterial prostatitis and prosttodynia.

Acute bacterial prostatitis is the least common of varieties of prostate infection. It is due to bacteria perfectly located at the large intestines or urinary tract. Patients may experience fever, chills, body aches, back pains and urination problems. This condition is treated by using antibiotics or non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAIDs) to help remedy the swelling.

Chronic bacterial prostatitis can be a condition of a particular defect within the gland and also the persistence presence of bacteria within the urinary tract. It can be a result of trauma on the urinary tract or by infections from other parts with the body. A patient may feel testicular pain, small of the back pains and urination problems. Although it is uncommon, it may be treated by removal of the prostate defect as well as the use antibiotics and NSAIDs to take care of the redness.

Non-bacterial prostatitis is the reason approximately 90% of all prostatitis cases; however, researchers have not even to establish the causes of these conditions. Some researchers think that chronic non-bacterial prostatitis occur because of unknown infectious agents while other think that intensive exercise and heavy lifting can cause these infections.

Maintaining a Healthy Prostate

To prevent prostate diseases, a suitable meals are important. These are some with the actions and also hardwearing . prostate healthy.

1. Drink sufficient water. Proper hydration is important for overall health and will also also maintain the urinary track clean.

2. Some studies advise that a number of ejaculations weekly will assist you to prevent prostate cancer.

3. Eat steak moderately. It has been shown that consuming a lot more than four meals of beef every week will increase the probability of prostate diseases and cancer.

4. Maintain a suitable diet with cereals, vegetable and fruits to make certain sufficient intake of nutrients required for prostate health.

The most critical measure to consider to make sure a proper prostate is always to opt for regular prostate health screening. If you are forty years old and above, you need to go for prostate examination at least once per year.
Reply ASoydayageve
2:35 AM on March 5, 2018 
Others can perform an erection but cannot maintain it during sexual intercourse. However, it is important to have the doctor's opinion first prior to taking these oral medications because they may have pessimistic effects around the body.
https://www.cialissansordonnancefr24.com/cialis-pas-cher-boulogne
-billancourt/