Gue Serba Gratis

Informasi Gratisan Yang Bermutu

Artikel Post New Entry

ISME-ISME YANG MENJEBAK MANUSIA PADA KEHANCURAN

Posted by Diah Fitri Patriani on October 3, 2014 at 8:40 AM


 

Perubahan suatu masyarakat dapat dilakukan dengan merubah terlebih dahulu pemikirannya. Inilah yang menjadi master plan kelompok konspirasi dunia untuk merubah dunia sesuai cara berfikir mereka dengan mempropagandakan humanisme dan materialisme sebagai pokok dasar pemikiran. Jika diartikan berdasar filosofinya kedua filsafat tersebut memiliki kesamaan arti mengajak manusia berpaling dari Tuhan. Tolak ukur kesuksesan keduanya adalah kemampuan memenuhi materi.


Nilai tertinggi yang menjadi penekanan humanisme adalah keberadaan manusia dan identitasnya. Sementara materialisme menekankan pada materi adalah sumber nilai absolut. Humanisme melihat Tuhan sebagai pencipta kehidupan semata dan manusia yang paling tahu tentang tujuan hidupnya sehingga manusia yang paling berhak mengatur kehidupannya sendiri. Materialisme memandang Tuhan tidak ada karena tak berbentuk materi apapun dan penciptaan alam semesta, manusia dan kehidupan ini ada dengan sendirinya atau ketidaksengajaan yang terus berevolusi.Para pemikir humanisme ini mulai melancarkan strategi merubah umat melalui kuil pemikiran di abad 17 dengan melempar wacana kapitalisme sebagai bentuk protes terhadap tradisi Kristen yang kolot di bawah hegemoni raja, kaisar dan gereja. Bahwa ekonomi modern diperlukan untuk mencapai kemakmuran suatu bangsa. Apa kriteria ekonomi modern menurut pandangan kapitalisme? Yaitu membiarkan system pasar berjalan tanpa campur tangan pemerintah (laize faire) karena alam (the invisible hand) yang akan mengatur kembali kepelikan yang berada didalamnya. Bahwa individualisme itu sebagai awal terjadinya pergerakan ekonomi sehingga individu-individu dalam masyarakat punya hak berpendapat, berakidah, hak pribadi dan terutama hak milik menjadi fokus utama sesuai dengan platform yang diusung. Sehingga permasalahan sosial bagi mereka dapat diselesaikan dengan solusi individu. Bagi humanisme, hukum buatan manusialah yang paling sesuai untuk mengatur kehidupannya sementara porsi Tuhan bagi mereka adalah sebagai pengatur alam semesta dan pemberi kehidupan semata. Dari sinilah faham sekulerisme melalui ajaran theosofi di propagandakan di seluruh dunia dan menjadi kepemimpinan berfikir sebagian besar bangsa-bangsa di dunia tidak terkecuali Indonesia. Jejak gerakan mereka antara lain adalah adanya revolusi industry di Inggris dengan penemuan mesin uap (1765), revolusi Prancis yang kemudian mengguncang Eropa (1789). Di Indonesia gerakan ini mengusung gagasan-gagasan peniadaan subsidi untuk masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan dan migas, upaya melegalkan aborsi, pernikahan beda agama dan homoseksual .


Pada abad ke-18, para pemikir filsafat materialis berusaha meruntuhkan pendapat kaum humanis atas ketidakadilan yang disebabkan oleh faham kapitalisme ini. Karena ‘Laize faire’ justru akan terjerumus pada politik ekonomi campur tangan (Intervention) Negara. Karena Negara pada akhirnya memberikan dukungan pada monopolis dan kartel untuk lebih banyak lagi mendapat kekuasaan dan pasar. Kapitalisme juga melahirkan pertentangan kelas buruh atas penghisapan kaum kapitalis. Dari siniliah lahir sosialisme atau masyarakat tanpa kelas. Bagi pengikut filsafat materialisme ini masyarakat dipandang sebagai kesatuan yang serempak sebagaimana gerakan roda bergerigi. Konsekuansinya individu tidak dapat menentukan hak berakidah dan kebebasan ekonomi. Negara lah yang menentukan akidah dan kebebasan ekonomi individu-individu tersebut. Jejak-jejak materialisme antara lain; Revolusi Inggris adanya mogok buruh besar-besaran di Petersfield-Inggris (1819). Pertentangan kelas kaum buruh besar-besaran di kota Milano- Italia (1898, penemuan teori Evolusi alam semesta ( awal abad 19), Nazi-Hitler-Jerman (1930), Stalin-Ukraina (1933), G-30S PKI- Indonesia (1965) .


Gerakan konspirasi humanisme dan materialisme benar-benar membuat carut-marut wajah dunia menjadi dua blok kapitalisme dan atau sosialisme-komunisme. Dua filsafat tersebut pula yang sukses menggiring tradisi Kristen Eropa kearah agama kosmopolitan dan kini umat Islam tengah digiring kearah yang sama. Konfrontasi berkepanjangan antara masyarakat agamis dan liberalis di ambil jalan tengah (kompromi) dengan pendekatan sekulerisme (memisahkan agama dalam kehidupan).


Isme-isme itu sampai detik ini masih terus dipropagandakan di tengah-tengah kita, diopinikan di media massa, ditransfer di kalangan elit dan kaum terpelajar. Kasus Spanduk mahasiswa Ushuluddin IAIN beberapa bulan terakhir ini sesungguhnya mencerminkan suksesnya infiltrasi ajaran theosofi (humanisme dan materialisme) ini merasuk pada kerangka berfikir kaum generasi muda terpelajar agar bangsa ini, umat ini tetap berada pada lingkaran konflik demokrasi kapitalisme dan sosialisme yang tak berkesudahan. Ibarat keluar dari kandang macan selanjutnya anda digiring masuk ke sarang ular berbisa.


Ketika umat beragama lain telah masuk dalam tipu daya filsafat humanisme dan materialisme ini, tinggal umat Islam saja yang sulit dibendung meskipun tak terhitung banyak pula yang telah limbung dalam retorika berfikir kedua filsafat ini. Akan tetapi, selama masih banyak ditengah-tengah kita masyarakat yang terus berjuang di jalan dakwah mengajak umat berpegang teguh pada akidah dan syariah maka konspirasi humanisme dan materialisme ini tak akan pernah terwujud.

 


Categories: Sudut Pandang

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments